Saya kerap mendengar komentar ‘miring’ tentang pengemudi wanita.
Di jalan, setiap ada pengemudi mobil yang terlihat kikuk, kagok, atau kurang ahli dalam memarkir mobilnya, kerap terdengar komentar: “Ah, pasti yang nyetir cewek!”.
Sedihnya, komentar ini tidak hanya keluar dari mulut laki-laki saja, tapi juga perempuan sendiri.
Lantas, apakah pengemudi yang tidak mahir mengemudikan mobil pasti berkelamin perempuan?
Tidak juga.
Sebaliknya, saya juga punya teman laki-laki yang cara mengemudinya ampun bikin mual yang menumpang. Belum lagi, perhitungannya kalau memarkir mobil sering meleset dan pernah menabrak mobil lain yang sedang diam-diam saja di parkiran.
Sebenarnya, siapa sih yang menjadikan mengemudi mobil sebagai ‘hal lelaki’, a guy thing, sesuatu yang maskulin sehingga diidentikan sebagai keahliannya lelaki?
Bahkan, saking sombongnya, beberapa lelaki kerap gengsi berulang-kali maju-mundur bila sedang memarkir mobil karena dalam benak mereka “hanya perempuan yang tidak bisa parkir.”
Kalau Anda?


