Hidup Tak Bisa Menunggu

6 Agustus 2008

Gue baru membaca bonus buklet Sunsilk yang mengkampanyekan slogan barunya, “Hidup Tak Bisa Menunggu”. Ada dua perasaan yang terbersit ketika membaca isi buklet itu.

Pertama…

Memang, sih, gue jadi tergugah untuk melakukan hal-hal yang belum gue lakukan selama ini padahal sangat gue inginkan. Selama ini selalu ada alasan untuk menunda-nunda apa yang sebenarnya sangat ingin gue lakukan itu. Entah karena alasan waktu, biaya, dan lainnya. Padahal, sebenarnya, kalau mau jujur, gue cuma takut untuk memulainya. Takut kalau nggak berhasil, takut kalau cuma berthana sementara, takut kehilangan yang lainnya, dan ketakutan lainnya.

But, where there is a will, there’s a way! Yap, sebenarnya itu yang harus dijadikan pegangan, kalau memang niat apapun yang terjadi pasti akan ada jalanannya! Dan, sekarang, gue sedang mengumpulkan keberanian itu untuk mencapai satu persatu mimpi gue!

Pemikiran yang kedua, ini yang pesimis. Membaca kemungkinan-kemungkinan yang dipaparkan dalam buklet rasanya terlalu unreachable! Mereka cuma memberi umpan tapi tidak memberikan solusi bagaiman cara mencapainya. Kalau kita masih berpikir rasional, tidak mungkin kita menghalalkan segalanya, meninggalkan segalanya demi mencapai cita-cita kita. It’s just like a too great ambition that can ruin yourself!

Sampai saat ini gue yakin masih banyak yang takut untuk meraih mimpinya sendiri. Sederhana, untuk kuliah saja, terkadang kita harus membuang mimpi mengambil jurusan incaran demi orangtua atau teman. Demikian seterusnya, ketika bekerja, meskipun materinya tidak banyak, tapi kita enjoy banget, orang lain mulai berkomentar ini itu dan menggoyahkan keyakinan kita. Yah, that’s life! Terlalu banyak kita harus menggunakan topeng demi menjadi yang orang lain inginkan, but it’s not who we really are!

Dengan slogannya itu, gue sedikit tersentil karena memang hidup ini tak pernah menunggu, time flies, it’s our choice to move foward or stay… Memang semua butuh pengorbanan dan keberanian, tapi kalau memang itu yang kita inginkan mengapa harus begitu peduli dengan komentar orang lain?

I’ll promise to live my life to the fullest, apalagi setelah hidup yang gue yakini baik2 saja bisa saja membawa gue pada penyakit yang sama sekali nggak terbayangkan! So, sebelum gue mati, gue harus MENIKMATI hidup gue sehidup-hidupnya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s