Memori

Yap, setelah sekian jauh melangkah, setelah sekian banyak yang dirasakan oleh mata dan hati, akhirnya saya belajar.

Setelah amarah itu surut, saya dapat berpikir lebih jernih.

Rasanya memang sakit ketika ditinggalkan, tetapi setelah direnungkan rasa sakit itu sebanding dengan kenangan yang ditinggalkan.

Keinginan untuk memutarbalikan waktu pun tidak kuinginkan karena tak rela kalau harus kehilangan kenangan saat bersamanya.

Kenangan pedihnya pun membuatku belajar. Belajar bahwa tanpanya saya tetap dicintai, oleh banyak orang lain disekeliling saya. Ada banyak dukungan dan dorongan, ada banyak tangan yang tak melepaskan pegangan, ada banyak bahu yang menampung air mata.

Kenangan baik maupun buruk menjadi satu KENANGAN yang nggak akan terpisahkan. Setiap kenangan baik akan dicoreng oleh sebuah kenangan buruk, tetapi dari kenangan yang buruk juga bisa lahir kenangan yang baik.

Oleh karena itu, saya akan terus belajar dari koleksi kenangan yang telah saya miliki dan berusaha membuat kenangan baru yang lebih indah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s