Kecewa

Saya selalu percaya bahwa semua orang itu baik adanya. Saya selalu berpikir positif kepada setiap orang yang saya temui, apalagi orang yang memang saya kenal. Lalu, kemarin saya terhenyak pada kenyataan kalau sahabat saya, dia bahkan pernah menjadi bagian penting hidup saya, tidak sebaik yang saya kira.

Saya selalu mencari pembelaan positif pada setiap pemikiran negatif yang muncul terhadapnya, tetapi kemarin saya rasa saya tidak bisa lagi terlalu percaya begitu saja. Saya dihadapkan kepada kenyataan kalau dia memang ‘mengkhianati’ kepercayaan saya. Memang pilihan saya mempercayai dia, dan saya memegang komitmen untuk terus percaya padanya. Sekarang, saya bingung sendiri harus bagaimana… Rasanya mau marah, tapi sepertinya hanya membuang energi saja dan menyakiti diri sendiri juga. Bagaimanapun, dia (pernah jadi) sahabat saya.

Saya memang terlalu naif, percaya saja kalau orang juga melakukan seperti yang saya lakukan. Percaya seperti saya merasa bisa dipercaya. Dan, ketika dihadapkan pada keadaan yang sebaliknya, saya merasa kecewanya kuadrat. Terlebih, yang melakukan adalah orang dekat saya. Kenapa, sih, dia nggak bisa jujur saja mengatakan dan menjelaskan permasalahannya dan bilang apa maunya? Kenapa dia tega melukai saya sedemikian rupa?

Sekarang, saya benar-benar sadar kalau dia memang nggak sebaik yang saya kira. Saya harus berpikir dua kali terhadap semua yang dikatakannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s