Hhh..

Rupanya kesibukkan masih enggan berlalu dari kehidupan saya. Tak terasa sudah lebih dari sebulan berlalu sejak kesibukkan ini bermula. Hari demi hari berlalu bagai tak terasa lagi. Ketika hidup sudah terenggut oleh rutinitas, tidak ada hal lain di kepala selain pekerjaan.

Ketika saya berharap minggu depan akan lebih dapat teratasi, pekerjaan ternyata malah semakin tak terbendung. Begitu setiap minggunya, hingga pekerjaan dan tanggung jawab saya semakin menumpuk.

Bukannya tidak berusaha untuk mengerjakannya satu per satu, tapi bagaimana mau selesai kalau di tengah mengerjakan sesuatu itu selalu diinterupsi oleh pekerjaan yang lain. Rasanya seperti tidak akan ada habisnya pekerjaan ini.

Deadline kerjaan sudah bukan molor lagi, tetapi kedodoran. Saya sudah nyaris tak peduli dengan teriakan atasan tentang deadline. Habis mau bagaimana lagi, ‘pekerjaan interupsi’ itu juga berasal dari mereka dan dengan deadline waktu yang lebih mepet lagi. Hhhhh…

Setelah beberapa lama keadaan ini berlangsung, saya cuma bisa meratapi nasib sendiri. Awalnya, saya masih mencoba mengatur semuanya, rasa panik saya pendam sendiri. Lama-kelamaan, saya mulai tak tahan sendiri untuk tidak mengeluh.

Awalnya, saya menahan diri karena saya takut teman-teman juga merasakan hal yang sama, jadi nggak etis saja kalau saya mengeluh kepada mereka juga. Hanya saja, belakangan, saya mulai tidak tahan. Habis kepada siapa lagi saya bisa membagi keluh kesah saya? Jadi yang ada setiap ada kesempatan, saya curcol, he he he…

Keluh, keluh, dan terus mengeluh. Saya sendiri merasa tak ada habisnya keluhan saya. Padahal ‘dilarang mengeluh’ sudah masuk dalam daftar resolusi saya tahun depan. Saya menyadari sepenuhnya, keluhan takkan menyelesaikan pekerjaan makanya saya mau lebih berusaha menyelesaikan semua kewajiban tanpa banyak mengeluh. Akan tetapi, baru diniatin untuk jadi resolusi saja, saya sudah mulai mengeluh lagi, nih.

Emang susah, yah, kayaknya menahan diri dari perasaan paling malang sedunia, paling ribet sedunia, atau paling stres sedunia. Yah, sepertinya memang sudah sepatutnya itu masuk daftar resolusi tahun depan saya. Kelihatannya sepele, tapi sulit banget dilakukan, he he he…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s