Mencari makna Natal

Natal tinggal beberapa hari lagi, nih. Akan tetapi, sampai detik ini, saya masih belum menemukan makna Natal tahun ini…

Saking sibuknya dengan deadline, saya sampai mati rasa untuk merasakan hal lain di luar pekerjaan. Sedihnya, sepertinya, saya terjebak di ‘dunia orang dewasa’ yang dulu saya benci bersama si Pangeran Kecil. Terlalu tenggelam dalam lautan pekerjaan dan mengejar materi hidup. Hhhh…

Saya merindukan banyak waktu untuk diri sendiri. Meskipun sekedar diam di dalam kamar, mengerjakan apapun yang saya suka. Saya merindukan saat-saat sibuk berbelanja menjelang Natal, membungkus kado-kado, membuat kue atau puding Natal, ke gereja bersama teman-teman terdekat.

Tahun ini, saya malah sangsi apakah tetap bisa ke gereja ramai-ramai seperti tahun-tahun lalu… Teman-teman juga terjebak dalam ‘dunia orang dewasa’ masing-masing. Lupa dengan kawan, lupa dengan kenangan…

Saya sendiri, biasanya, menemukan makna Natal di tengah orang-orang yang saya sayangi. Akan tetapi, belakangan, saya malah merasa ‘kehilangan’ satu per satu orang yang saya sayangi. Semua jauh, semua menjauh…

Bagaimana caranya agar saya dapat menemukan kembali semangat dan makna yang hilang itu?

Advertisements

Author: putrikatak

Love to write and live by writing. Like frogs, stars, rains, and the color of blue.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s