Maafkan aku, Bapa….

Rabu kemarin adalah Rabu Abu. Setelah tahun lalu, tidak sempat merasakan ‘hawa’ Pra-Paskah, akhirnya tahun ini saya meniatkan diri untuk menebusnya. Bela-belain mencari tahu lokasi terdekat yang menyelenggarakan Misa Rabu Abu untuk menerima abu. Untungnya, ada beberapa teman kantor yang seiman, jadi mudah mencari teman.

Akhirnya, saya mengikuti misa yang diprakarsai orang-orang yang bekerja di daerah Kuningan dan sekitarnya. Melihat banyaknya yang datang, saya merasa kagum sekaligus malu. Mereka ini jugalah yang biasa datang Misa Jumat Pertama yang rutin diadakan di sana. Ternyata masih banyak orang yang rindu akan rumah Tuhan dan berusaha mencarinya, meskipun dalam bekerja.

Saya sendiri, belakangan, malah suka lalai untuk ke gereja di hari Sabtu/ Minggu. Tidak memungkiri, saya juga rindu akan rumah Tuhan. Akan tetapi, saya selalu bersembunyi dalam anggapan: Tuhan ada bersama saya selalu, nggak hanya dalam rumah-Nya…

Memang, sih, saya tidak pernah merasa ditinggalkan oleh-Nya. Dia begitu murah hati dan terus-menerus mendampingi saya.

Baru saat mendengar Homili kemarin, saya merasa amat rindu sekaligus kehilangan. Dia sudah begitu baik pada saya, bahkan untuk hal sepele sekalipun, dia selalu mendengarkan… Saya sendiri malah yang semakin menjauh dari-Nya. Setiap ada kesempatan bersama-Nya, saya memilih yang lain.

Aku malu…

Maafkan aku, Bapa….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s