Pagi yang aneh

Pagi ini, pagi yang aneh.

Selain matahari yang bersinar terik, yang juga terjadi beberapa hari belakangan, sepertinya emosi orang-orang juga ikutan panas. Dua kali saya terkejut karena mobil yang nggak sabar mengklakson-klakson (saya naik ojek). Belum lagi beberapa kendaraan yang mengeluarkan asap knalpot hitam membumbung. Jadi tersugesti sendiri, langsung batuk-batuk, kekekeee…

Selanjutnya, ketika melewati pintu air dekat halte Halimun, saya melihat ada bapak-bapak gendong bayi di pinggir kalinya. Anehnya, ngapain juga bawa bayi ke situ, apalagi sepertinya mereka bukan tuna wisma karena pakaiannya bersih dan rapih. Apa bokapnya kerja di pintu air itu, yah? Tapi ngapain juga bawa-bawa anaknya ke situ… Orang lingkungannya nggak mendukung gitu buat anak kecil, apalagi bayi.

Sampai di kantor, saya pikir sudah ramai karena saya datang agak siang hari ini, habis abis lembur semalam. Eh, tak tahunya, masih orang-orang yang biasa datang pagi saja yang ada. Berasa orang-orang emang pada janjian datang siang aja, kekekeee….

Lalu, hari ini, beberapa orang masih pada heboh ngomongin kucing yang kemarin sekarat yang akhirnya dibawa pulang oleh salah seorang teman. Heran saja lihat orang segitunya banget sama kucing. Emang, sih, kalau sudah sayang sama binatang tertentu kita bisa berbuat apa saja. Tapi ini kucing jalanan yang nggak jelas gitu. Bagaiamana kalau dia bawa penyakit? Apalagi teman yang bawa pulang itu sudah hampir setahun menikah tapi belum dikaruniai anak. Sampai-sampai teman di sebelah meja saya berguman: “Mau punya anak, kok, bawa pulang kucing nggak jelas.”

Lagipula, saya nggak pernah merasa kucing itu hewan yang patut disayang. Habis dia nggak friendly, cenderung congkak, dan nggak bisa apa-apa (nggak berfungsi), malah untuk kucing ras biaya hidupnya yang tinggi berpotensi bikin kantong bolong!

Terkahir, banyak orang yang merasa hari ini sudah hari Jumat, kekekee… Sampai-sampai Sekred di kantor pakai jeans (hahahaaa, yang ini emang agak lucu!). Suasana hari ini juga cukup mendukung untuk mengira sudah weekend, habis ramainya seperti hari Jumat! Beneran, deh…

Advertisements

Author: putrikatak

Love to write and live by writing. Like frogs, stars, rains, and the color of blue.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s