Sahabat nggak kenal jarak-waktu (from FB’s notes)

Beberapa waktu ini, saya sedang mengagumi betap hidup ini benar-benar penuh misteri dan kejutan. Sudah ada beberapa orang dari masa lalu hadir kembali dalam hidup saya. Yah, memang itu semua juga berkat situs ini, Facebook. Saya maupun mereka saling menemukan di sini. Akan tetapi, bukan situs ini yang ingin saya bicarakan, melainkan bagaimana sebuah tali hubungan/ relasi yang sempat terjalin, lalu terputus, dapat dengan mudahnya menyambung kembali.

Saya ditemukan oleh seorang sahabat di masa kanak-kanak dulu melalui Facebook. Awalnya, saya pikir proses tersebut hanya sekedar pengingat bahwa kami pernah saling mengenal. Namun, beberapa hal terjadi ditambah sedikit kebetulan, akhirnya kami bisa bertemu langsung dalam sebuah event, nggak hanya di dunia maya.

Ada rasa khawatir, ada rasa segan, tapi ada juga rasa rindu menanti pertemuan itu. Beberapa pemikiran berlarian dalam benak. Akankah kami masih sama seperti dulu? Perubahan apa saja yang akan saya hadapi? Mungkin pertemuan itu akan ‘garing’, berlalu, dan tak membekas.

Hingga hari-H tiba.

Akhirnya, saya bisa percaya, pada prinsip saya sendiri, seorang sahabat akan tetap menjadi sahabat sejauh apapun jarak dan waktu memisahkan. Pertemuan saya dengannya berlangsung menyenangkan. Herannya, atau hebatnya, sekian tahun waktu yang terbentang memisahkan seolah tiada. Saya dan dia masih tetap ‘sama’. Rasa nyaman itu tetap ada, ceritapun tak terbendung, tiada rasa canggung ataupun berjarak. Hingga, rasanya seperti baru kemarin saja kami berpisah.

Sekarang, saya benar-benar memiliki kepercayaan pada diri sendiri kalau sahabat itu sampai mati ;p. Walaupun saya masih suka merasa takut dan khawatir bila berpisah jarak, juga waktu, dengan orang-orang terdekat, saya bisa percaya kalau itu tak akan memisahkan dua hati yang sudah saling terkait.

Ketika kita sudah mempercayakan hati kita dan mereka membalas dengan tulus, kita akan tetap dekat apapun yang terjadi. Mereka tetap jadi orang pertama yang ada di benak kita ketika hidup terasa amat berat, maupun ketika hidup ini adalah anugrah. Hal inilah yang saya rasakan pada beberapa sahabat saya. Sahabat yang akan selalu ‘tinggal’ dalam hati saya. Hey, I miss ya’ll….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s