We called it LP :)

Persahabatan kami dimulai sejak terbentuknya sebuah geng yang saling menulis dan bertukar surat. That’s why we called us LP, for Letter Paper. Awalnya, kelompok ini merupakan kumpulan-kumpulan pasangan masa ‘cinta monyet’ yang kemudian malah berakhir menjadi sahabat.

Seiring berjalannya waktu, kami terpisahkan, hingga satu waktu salah satu dari kami meng-upload foto masa lalu di FB. Segeralah komen berdatangan, rindu menyergap, hingga kami memutuskan untuk bertemu.

Sabtu, 9 Mei, kemarin adalah hari pertemuan itu. Meskipun tidak semua dapat hadir, masing-masing kami tetap exited untuk datang. Beberapa dari kami, sih, memang bersahabat sampai sekarang dan masih sering bertemu, tetapi tetap saja ada semangat tersendiri dalam mengenang masa lalu bersama.

Suasana yang terbangun, percakapan yang terjalin, segera membawa rindu yang begitu besar. Waktu mengalir tak terhentikan dan berjalan terasa amat cepat. Kami seolah mengumpulkan kepingan puzzle yang terserak.

Kami mengumpulkan kembali kepingan-kepingan ingatan masa kecil masing-masing. Lalu, tertawa dan bersyukur atas semua ikatan yang pernah terjadi, dan masih terjadi, di antara kami. Rasa itu ternyata masih ada…

Saya sendiri masih terkagum-kagum bagaimana kami bisa kembali begitu dekat setelah terpisah jarak dan waktu. Tak perlu waktu lama untuk mencairkan suasana dan melebur jadi satu. Kami memang tetap satu.

Sampai akhirnya, waktu juga yang harus kembali memisahkan. Tapi kali ini, dengan janji untuk bersama kembali.

Saya sendiri pulang dengan perasaan hangat dan nyaman. Ada rasa senang dan gairah yang tak terkatakan rasanya, membuat saya tersenyum terus…

We're best friends of our life
We're best friends of our life

What a weekend

Finally, there’s smt makes me smile this week.

***

Sebagai penutup, di antara mereka memang ada Si Mantan. Mantan terakhir yang sempat membuat hari-hari saya kelabu. Akhirnya, saya membuktikan sendiri bagaimana saya telah selesai dengan perasaan saya. Kecewa, sedih, dan amarah sudah lepas. Mungkin, akhirnya, saya bisa kembali memulai sebuah persahabatan yang baru dengannya. Benar-benar dari awal…

What a relieved… πŸ™‚

***

Advertisements

3 thoughts on “We called it LP :)

  1. what a nice relationship among all of you… πŸ™‚
    memang senang ya bisa berbagi kembali dengan mereka yang sudah lama tidak kita jumpai, bahkan mungkin kita sapa.

    dan penutup cerita kamu pun memberikan aku pelajaran berharga untuk belajar menghadapi, melalui, dan menghargai yang terjadi. πŸ™‚

  2. Iya, kha… Semua hal butuh proses. Setelahnya, kita akan belajar menjadi semakin dewasa dalam menghadapi sesuatu. πŸ™‚
    Dan, nggak semua persitiwa yang buruk itu menghasilkan sesuatu yang buruk juga, tergantung mau kita memandangnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s