Kelahiran dan Kematian

Setiap kita, pasti mengetahui bahwa hidup dan mati ada berdampingan. Setiap kita, pasti menyadari (walau kadang tak mau mengakui) bahwa tak ada yang abadi di dunia ini.

Akan tetapi, meski menyadari setiap kita pasti akan mati, selalu ada kesedihan mendalam jika berhadapan dengan kematian.

Hidup ini aneh. Awal minggu ini, saya mendapatkan berita gembira tentang kelahiran anak salah seorang teman. Selasa kemarin, saya pergi menengoknya dan anaknya lucuu sekali πŸ™‚

Akan tetapi, Kamis kemarin, saya mendapatkan berita duka tentang nenek saya yang meninggal. Sebenarnya, dia kakak dari nenek saya, tetapi berhubung nenek saya meninggal sejak saya masih kanak-kanak, hanya kakaknya saja yang menjadi ‘nenek’ bagi saya.

Nggak kaget banget, sih, mendengarnya karena beberapa bulan ini beliau sudah dirawat di RS dan sempat tak sadarkan diri. Yang bikin saya sedih, sebenarnya, saya ingin beliau meninggal di rumahnya, di tengah keluarganya dibandingkan di RS dengan segala macam selang dan alat-alat.

Saya tidak berani mengemukakan pendapat karena bagaimanapun juga, anak-anaknya, yang adalah paman dan bibi saya, yang memutuskan demikian. Apalah saya yang cuma seorang cucu ponakan, toh, cucunya sendiri pun tidak banyak berkomentar.

Meskipun saya tahu dia sudah tua dan memang akan segera ‘pergi’, tetap saja berita kepergiannya membuat lubang dalam hati saya bertambah.

Entah mengapa, saya selalu menganalogikan kehilangan-kehilangan yang terjadi di dalam hidup saya dengan lubang di hati. Jadi kalau diandai-andai, mungkin, hati saya seperti permukaan planet, yang penuh dengan lubang atau lembah. Jadi ketika terluka dan akhirnya sembuh pun, bekasnya tidaklah hilang…

Besok nenek saya baru akan dimakamkan. Cukup lama memang karena menunggu keluarga yang dari Hongkong datang. Ingin rasanya turut mengiringi, tapi sepertinya orangtua saya tidak menginginkan saya meninggalkan pekerjaan saya. Saya sendiri merasa tidak sanggup berhadapan dengan kematian lagi setelah sekian lama. Pokoknya, saya mendoakan beliau semoga tenang di alam sana.

Dedicated to my beloved Ipo…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s