Our life, our choice

Pernah mendengar ada yang bilang bahwa hidup itu pilihan? Hampir segala hal dalam hidup kita diwarnai oleh pilihan-pilihan. Mau bangun tidur jam berapa, mau pakai baju apa, sarapan apa, dan sebagainya.

Di sisi lain, saya pernah membaca seorang penulis mengatakan bahwa kita hidup tanpa bisa memilih. Kita nggak pernah bisa memilih untuk dilahirkan sebagai anak siapa, status sosialnya apa, dan menjalani takdir apa.

Lalu, saya berpikir…

Dalam hidup, kita memang dihadapkan pada hal-hal yang bertentangan. Semua hal pasti ada lawannya. Ada pagi, ada malam. Ada lahir, ada kematian. Ada sedih, ada senang, begitu seterusnya, tinggal bagaimana kita menyikapi dan menghadapinya.

Kita memang nggak bisa memilih untuk dilahirkan, berjenis kelamin apa, jadi anak siapa. Tapi, kita selalu bisa memilih mau bagaimana menjalani hidup yang diberikan kepada kita. Maka dari itu, ada yang mengatakan live to the fullest atau live like you’re dying. Intinya, jadikan hidup kita ini berarti jangan sampai ada penyesalan dari apapun pilihan kita!

Advertisements

Author: putrikatak

Love to write and live by writing. Like frogs, stars, rains, and the color of blue.

One thought on “Our life, our choice”

  1. betul!
    lahir di dunia bukan suatu pilihan bwt kita, krn tu smua adl ketentuan dr YANG DI ATAS
    tp hidup di dunia adl suatu pilihan, tergantung qt mau idup bagaimana(istilahnya, dah dikasih pisang, tinggal mau ngupas ato ngga ajah -kwakakak.. nyambung ga yah pencontohannya-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s