Satu Hal

Seperti yang sudah saya sebutkan dalam posting sebelumnya, mama sakit. Jadi beberapa hari kemarin, saya sama sekali tidak bisa memikirkan hal-hal yang lain. Saat itu, memang benar, rasanya hal lain menjadi tidak penting lagi bagi saya. Bagi saya, yang penting adalah mama sembuh seperti semula.

Dulu, waktu papa dirawat di rumah sakit, saya masih bisa berpegang dan bergantung pada mama. Bukannya papa nggak bisa diandalkan, justru karena beliau sudah tidak sekuat dulu lagi staminanya, makanya beliau nggak bisa dibiarkan bergadang atau terlalu banyak pikiran. Jadilah saya yang sibuk dan pontang-panting waktu mama di rumah sakit.

Sekarang, sih, mama sudah pulang ke rumah. Kata dokter, cuma tinggal pemulihan saja, tapi masih harus kontrol rutin.

Huufff….

Mudah-mudahan, setelah ini, mama (juga papa) diberi kesehatan terus!

Oia, ada satu hal (sebetulnya nggak perlu diherankan lagi, sih!) yang bisa saya petik dari musibah kemarin. Saat susah, teman yang sejati memang benar-benar teruji. Tak cukup saya berterima kasih atas dukungan sahabat-sahabat saya. 🙂

Advertisements

Author: putrikatak

Love to write and live by writing. Like frogs, stars, rains, and the color of blue.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s