antara saya, mereka, dan sex and the city…

Hey!

Kemarin malam, saya baru menonton Sex and The City 2 sama si antiuw. Mantan roomate yang setelah beberapa bulan baru ketemu lagi, padahal dulu ambisinya kita mau ketemuan sebulan sekali, hi hi hi….

Eniwei, kali ini bukan mau ngomongin si Antiuw atau filmnya. Tapi terinspirasi dari filmnya, di kepala saya, sejak semalam ada cerita yang lain.

Sejak dulu, saya memang suka sekali dengan serial SATC. Meskipun nggak mengoleksi DVD-nya, tapi saya nggak pernah melewatkan episode demi episode berkat pinjaman seorang teman, he he he….

SATC adalah sebuah serial yang, menurut saya, gue banget. Seolah-olah, hidup saya nggak jauh beda sama mereka, tentu itu di luar gaya hidup ‘bebas’ mereka, yah! Hanya saja, masalah hidup dan pertanyaan-pertanyaan yang kerap muncul dalam narasi film itu juga suka menjadi masalah dan pertanyaan saya.

Melihat Carrie dkk, saya seperti melihat refleksi saya dan geng cewek saya sendiri. Kami semua memiliki sifat yang berbeda, bahkan bertolak belakang, satu sama lain. Cara kami menyikapi masalah yang sama pun bisa berbeda-beda. Tapi di antara semua perbedaan itu, kami menemukan jalan untuk tetap bersama selama lebih dari sepuluh tahun ini. Semua, seolah-olah, memiliki peran masing-masing dalam geng.

Belajar lebih santai dalam hidup bersama si A. Lalu, belajar dewasa menghadapi masalah dari si B. Bersenang-senang dan tertawa-tawa bareng si C. Curhat dan menangis sama si D. Kalau mau lebih serius, sih, ngobrol aja ama si E. Nggak dalam arti sebenarnya, tapi kira-kira begitulah. Perbedaan karakter dan pandangan hidup membuat kami saling menopang dan mendukung satu sama lain.

Hidup kami pun juga bukanlah bebas dari masalah. Episode ‘drama’ dalam fase kehidupan kami sangatlah panjang dan seperti tiada akhir. Kalau dibuat sinetron, mungkin, bisa lebih dari ratusan episode—kalau cuma Tersanjung sama Cinta Fitri aja, sih, lewaaat. Tidak jarang, kami pun bisa bertengkar dan saling menyakiti. Cuma, yah, ujung-ujungnya, setelah ‘teriak-teriak’, sinis-sinisan, sensi-sensian, nangis bombay bareng-bareng, baikan lagi, deh.

Entah dengan mereka, tapi kalau saya, sih, nggak bisa membayangkan hidup tanpa mereka. Seperti kata Samantha dalam salah satu adegan di film setelah mereka karaoke yang kalimatnya nggak saya ingat-ingat banget, girls we’re soulmate! Terserah, deh, pacar dan masalah boleh datang dan pergi, tapi ada satu hal yang selalu tetap: saya dan mereka.

Advertisements

Author: putrikatak

Love to write and live by writing. Like frogs, stars, rains, and the color of blue.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s