setelah 25 terlewati…

Masih… bertemakan ulang tahun, saya mengendapkan ide ini di kepala.

Somehow, ketika flashback ke belakang, dulu saya membayangkan pada usia 25 tahun sudah berkeluarga, memiliki karier yang mapan dan stabil atau sebagai ibu rumah tangga yang bekerja dari rumah. Dulu, saya menganggap 25 tahun adalah usia yang tepat untuk menikah dan berkeluarga, entah mengapa.

Cerita lain lagi, dulu saat saya masih duduk di bangku SD, di saat teman-teman lain ingin jadi dokter, insinyur, atau ilmuwan, saya malah ingin menjadi guru. Lalu, waktu SMP, cita-cita saya hanya satu: menjadi psikolog. Dan, cita-cita itu saya bawa sampai lulus SMA kemudian mendaftar kuliah.

Sayangnya, takdir menentukan hal lain, saya tidak lolos ujian masuk jurusan Psikologi di semua universitas yang saya ikuti. Pilihan hanya ada antara Komunikasi atau Sastra. Hingga akhirnya, saya terdampar di jurusan Sastra Indonesia, Universitas Indonesia.

Kembali lagi ke masa kini, keadaan saya sekarang benar-benar jauh dari apa yang saya bayangkan dulu. Kenyataannya, di usia yang sudah lewat dari 25 tahun, saya masih belum berkeluarga, bahkan tak punya pacar. Selain itu, bukannya memiliki pekerjaan yang stabil, saya malah baru pindah kerjaan dari pekerjaan sebelumnya yang sebenarnya cukup nyaman.

Cita-cita menjadi Psikolog dan pendidik pun terlewatkan. Menulis yang menjadi hobi saya sedari kecil, ternyata, menjadi profesi utama yang mendatangkan penghasilan untuk saya. Bayangkan, betapa dekatnya saya dengan dunia tulis-menulis sejak kecil, tapi tak pernah sekalipun kepikiran untuk berprofesi sebagai penulis.

Dulu, penulis masih dipandang sebelah mata, hampir tidak pernah penulis dijadikan profesi seseorang. Makanya, saya boro-boro berpikir mau jadi penulis. Namun, rupanya Tuhan begitu sayang sama saya sehingga mengarahkan takdir saya kepada profesi yang nyatanya adalah jati diri saya sendiri, berkah yang sudah saya bawa sejak awal.

Melihat itu semua, saya seolah disadarkan pada kenyataan bahwa masa depan adalah sesuatu yang absurd, tidak terbaca, dan tidak dapat diprediksi. Kita sebagai manusia memang bisa bercita-cita, berkehendak, dan merasa fokus pada tujuan, tetapi dengan kuasa-Nya semua itu dapat dengan mudah dibelokkan.

Untungnya, saat gagal ujian masuk Psikologi, saya tidak mengambil keputusan menunda kuliah untuk dengan keras kepalanya terus mencoba dan mencoba lagi. Saya memilih mengikuti arus kehidupan yang menjadi jalan saya, meskipun saat itu, saya dibayangi oleh rasa takut akan penyesalan. Pada kenyataannya, saya lebih merasa berbahagia sekarang dan tak ada rasa sesal.

Oleh karena itu, biarkanlah hidup menjadi misteri. Di usia dan tahun yang baru ini, saya hanya berharap agar dapat menjalani hidup ini sebaik-baiknya, berusaha memaknai apapun yang terjadi—susah dan senang—dalam hidup, serta tak pernah lupa bersyukur. Tapi tentu saja, semua tak akan menghentikan saya untuk tetap bermimpi tentang masa depan…

Advertisements

Author: putrikatak

Love to write and live by writing. Like frogs, stars, rains, and the color of blue.

9 thoughts on “setelah 25 terlewati…”

  1. huuuu… tapi kan gue ngebayanginnya, umur 25 udah punya posisi karir yg oke, sekarang umur 27 masih di rantai makanan paling bawah

  2. salam kenal mbak,

    kalau saya dari kecil ingin jadi penulis, tp skolah sy gak ada hubungannya sm nulis, alhamdulillah stelah berkeluarga bisa mewujudkan cita2

    smngt mbk!!!

    smoga sukses dunia akhirat, krn hidup adlh perjuangan, smngt!!!!

  3. Kadang hidup ini tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, tapi apabila kita selalu yakin pada diri sendiri dan tetap berpegang teguh pada Tuhan, pasti Ia telah menyiapkan segala sesuatu yang sangat indah bagi kita, bahkan ‘sesuatu itu’ yang belum pernah terbayang sebelumnya. So, selamat berumur 26 tahun buat lo yg belum berkeluarga, belum menjadi ibu rumah tangga, (bahkan) tak punya pacar :p Semoga tetap semangat ya Nel..! Dan semoga diumur yg ke-26 ini akan lebih indah dari tahun-tahun sebelumnya. (..amin, thx God)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s