in memoriam: always…

Ini hari terakhir di bulan Februari, bulanmu. Seharusnya, tahun ini, di bulan ini kau menginjak usia 29 tahun. Kuperkirakan saat-saat ini kau, mungkin, tengah dikejar-kejar untuk segera menikah dengan pasanganmu beberapa tahun belakangan. Tak terlintas dalam pikiranku di usia ini kau sudah menikah memiliki anak, ha ha… Aku terlalu tahu kelakuanmu yang selalu tak pernah beruntung dengan perempuan. Bukan karena kau tak laku, tapi karena terlalu banyak yang menggilai dirimu sehingga kau tidak dapat melihat mana yang benar-benar tulus.

Gara-gara ketiadaan dirimu, kini, akulah yang mendapat ‘kehormatan’ dikejar-kejar dengan pertanyaan itu. Selain menjadi sasaran pertanyaan ‘kapan’ itu, sebenarnya, ada banyak hal yang kusesalkan karena ketiadaanmu. Akibat sikap tak bertanggungjawabmu, kini aku yang memikul semua beban sulung itu. Badanku yang sulit menggemuk, bisa jadi, akibat ulahmu juga. Beban yang kupikul ini tak dapat kubagi bersamamu lagi sehingga menguras habis tenaga dan pikiranku.

Tahukah kamu? Sudah beberapa bulan ini aku pindah tinggal ke rumah keluargamu. Ini semakin membulatkan rindu dan kenangan tentangmu. Melihat secara langsung bagaimana keluargamu bertahan setelah kepergianmu.

Adikmu laki-laki sudah memiliki seorang putri berusia 9 bulan. Sangat mengejutkan memang pernikahannya, kehamilan istrinya, kelahiran anaknya, terasa begitu cepat. Aku pun sampai tak merasa telah terlangkahi. Hanya saja kelakuannya masih sama seperti kanak-kanak dulu, kurang bertanggungjawab, semaunya sendiri, dan keras kepala. Sifat-sifatnya itu tak jarang membawa keributan dalam rumah tangga seumur jagungnya.

Sebagai kakak, mau tak mau, aku merasa sedih. Namun, aku tak dapat berbuat banyak selain menasehati dan terus-menerus bawel terhadapnya yang entah didengarkan atau tidak. Kadang, aku merasa ini akan lebih mudah jika kau yang berbicara padanya.

Adikmu perempuan lebih dewasa sedikit dari kakaknya. Hanya saja, dia masih bingung dengan tujuan dan keinginannya dalam hidup. Selepas kuliah, belum ada pekerjaan yang cocok di hatinya. Rekornya, satu hari kerja langsung berhenti, he he he… Tapi aku tak begitu khawatir tentang dirinya dibandingkan dengan kakaknya.

Orangtuamu kadang terlihat masih menyimpan kelabu di matanya. Adikmu laki-laki itu juga yang kerap membuat mereka muram. Hanya saja kehadiran cucu memberi harapan dan kebahagiaan baru bagi mereka. Kurasa kau juga akan jatuh cinta padanya.

Keluargaku, tak ada yang berubah banyak. Meskipun kedua orangtuaku sempat bergantian masuk rumah sakit, untungnya, sejak itu, ikatan kami semakin kuat dan semakin sering menghabiskan waktu bersama. Pastinya, setiap keluarga memiliki isyunya sendiri-sendiri.

Seperti apa rupamu? Apakah perutmu membuncit seperti kawan-kawan sepermainanmu yang masih suka kutemui secara kebetulan. Rupa mereka sudah mengalami sedikit ‘evolusi’ sejak masa sekolah dulu. Sebagian tetap sama, tapi wajah mereka tetap mengalami proses pendewasaan. Wajah terakhirmu yang terekam dalam benakku masih terbilang rupawan, he he, meski sedikit menghitam akibat terlalu sering bermain bola atau mengendarai motor hijaumu.

Ingatkah kau padaku? Maaf jika aku baru benar-benar dapat memaafkanmu tahun lalu setelah 10 tahun berlalu. Perbuatanmu memang sungguh di luar batas toleransiku sehingga cukup sulit untuk kumaafkan. Ingin kubertanya kenapa, tapi kau tentu saja tak dapat menjawabku hingga akhirnya kutemukan jawabannya saat tugas mewawancarai seseorang. Seiring dengan maafku, kau semakin jarang berkunjung di mimpi-mimpiku. Mungkingkah, karena aku saja yang tidak pernah nyenyak dalam tidur akibat pekerjaan dan kesibukkan setelah bekerja? Satu hal yang pasti, aku merindukanmu. Terutama di bulan ini setiap tahunnya. Selalu doakan aku baik-baik saja, yah, Ko…

borrow the pic here

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s