1 wedding, 1 funeral…

April ini bagaikan kereta supercepat: berlalu dan saya berada di rel-nya, tergilas, terseret, dan hancur…

He he he…

Perumpamaan yang agak horor memang tapi, mungkin, menggambarkan kesibukkan dan bercampurnya emosi di bulan April ini. Sejak awal, saya sudah sadar sepenuhnya akan kesibukkan yang ada di bulan April. Namun, ternyata, ada banyak hal tak terduga juga terjadi seiring jalan.

April ini merupakan ‘acara puncak’ alias hari-H pernikahan yang sedang saya urus bersama dengan tim Lalita, Party Organizer sampingan saya :), sejak bulan Oktober 2010 lalu. Akan tetapi, semakin dekat hari-H, klien kami semakin bikin pusing dan semaunya, bahkan mereka melanggar kesepakatan dan kontrak yang telah dibuat bersama.Β  Benar-benar klien yang sulit dan makan hati, deh!

Belum selesai dengan masalah klien Lalita, saya mendapat kabar buruk meninggalnya kakek saya. Isi kepala saya langsung buyar, BYAR!, seketika. Repotnya, klien Lalita ini seolah tak punya hati dan tak peduli tentang musibah yang saya alami, terus saja merepotkan dengan segala keegoisan. Saya pun atas nama profesionalisme dan tak tega dengan tim (berhubung saya yang in-charge acara) memaksakan diri untuk kuat dan terus menyelesaikan tanggung jawab walaupun perasaan saya berantakan.

Sedihnya, hari-H pernikahan berbarengan dengan hari-H pemakaman. Akibatnya, saya tidak bisa mengiringi kakek saya sampai di tempat istirahat terakhirnya.

Untungnya, acara pernikahan terbilang lancar dengan segala kendala ini-itu dari pihak keluarga yang punya acara. Saya pun belajar banyak dari pengalaman memiliki klien seperti mereka yang egois dan heartless.Β  Setidaknya, mereka jadi cermin bagi saya sendiri untuk memperlakukan orang lain dengan baik (walaupun statusnya orang yang saya beri gaji) dan menghormati kerja keras serta waktu orang lain.

Itu, kejadian dua minggu lalu…

Minggu kemarin, saya disibukkan dengan misa, misa, dan misa di gereja. Yap, minggu kemarin adalah Tri Hari Suci, jadi kegiatan saya hanya bolakbalik ke gereja saja. Senangnya, pas Hari Kamis, yaitu Hari Kartini sekaligus Kamis Suci, saya izin pulang cepat untuk mengikuti misa. Di sela ketergesaan waktu, saya sempatkan mampir ke kantor lama, redaksi Cita Cinta πŸ™‚ Kebetulan Jalan Sudirman sedang macet-macetnya karena ada gedung yang kebakaran. Sambil menunggu macet, rasa kangen saya sedikit terobati!

Sekarang, April tinggal seminggu… Mudah-mudahan, dia semakin ramah kepada saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s