the ojek-ers

Entah mengapa, tiba-tiba saya berpikir untuk bercerita tentang salah satu sarana trasportasi yang semakin banyak ada di Jakarta. Sudah dua tahun belakangan saya akrab dengan transportasi bernama ojek. Yap, jalanan Jakarta yang, seringnya, tidak bersahabat menyebabkan ojek menjadi sarana transportasi yang paling mendukung mobilitas menurut saya.

Oleh karena itu, ketika saya pindah kerja ke kantor baru pun, saya tetap mengandalkan transportasi yang satu ini. Awalnya, sih, saya sok irit dengan menjajal beberapa rute bus dan angkot yang paling nyaman dan efisien. Ujung-ujungnya, tetap ojek yang menjadi pilihan saya karena (sangat) hemat waktu dan dari ongkosnya nggak beda jauh, kok, dari kendaraan lain.

Kepikiran, sih, untuk kredit dan mengendarai motor sendiri, tapi nyali saya belum cukup besar untuk mengendarai motor ke kantor. Cukup jadi penumpang saja. Habis, dalam perjalanan ke kantor, ada banyak perempatan besar dan pengendara motor lain yang sangar-sangar mengendarai motornya. Belum lagi, bus TransJakarta yang segede gambreng. Fiuuwh, saya pilih jadi penumpang ojek saja, deh!

Nah, beberapa bulan mengandalkan ojek di kantor baru, saya mendapati ada tiga ojek langganan (saya anggap demikian karena mereka sudah mengenali saya) yang setia mengantar saya pulang. Saking β€˜akrabnya’, saya seolah punya ojek pribadi karena saya tidak perlu memberitahu ke mana, saya cuma tinggal duduk dan mereka sudah tahu jalan menuju pulang. Untuk berangkat kerja, saya mengupah salah satu pegawai ayah saya bulanan untuk mengantar, tetap, dengan motornya.

Kembali ke tiga ojek langganan dari kantor.

Saya perhatikan, ketiga tukang ojek ini, masing-masing, memiliki karakter yang berbeda-beda. Tukang ojek pertama suka membawa motornya selap-selip sana-sini dengan kecepatan yang lumayan kencang. Kesannya, nggak sabaran dan useless karena motornya nggak baru-baru amat dan saya pikir nggak bisa melaju lebih cepat lagi meskipun dia berusaha keras. Tapi dia ramah banget, suka mengajak ngobrol dan yang pertama langsung hafal jam-jam saya pulang kantor dan rute pulang.

Tukang ojek kedua juga suka selap-selip, tapi itu dilakukan dengan kecepatan lambat dan tidak ngebut. Dia juga selalu memberikan helm yang lebih baik kondisinya, seringnya helm dia sendiri, untuk saya gunakan. Terlihat sekali, kalau dia juga memperhatikan kenyamanan dan keselamatan saya.

Tukang ojek terakhir motornya paling baik, dalam arti terawat dan lebih baru dibanding dua ojek yang lain. Usianya pun paling muda dibandingkan yang lain. Dia juga suka mengajak saya ngobrol kadang-kadang. Caranya mengendarai motor pun cukup aman dalam arti paling pelan, he he he…

Bukan maksud untuk membandingkan tapi saya memang melihat kelebihan dan kekurangan mereka. Dengan menulis tentang mereka, saya juga tetap tidak memiliki tukang ojek favorit, tuh. Satu hal yang pasti, saya masih menjadikan ojek sebagai sarana transportasi favorit saya, so far. Kecuali, di hari hujan pastinya!

So, apa kamu juga pengendara sejati ojek? He he he…

Advertisements

Author: putrikatak

Love to write and live by writing. Like frogs, stars, rains, and the color of blue.

3 thoughts on “the ojek-ers”

  1. SO PASTI LILYYY…kalo ada persatuan pengendara ojek, saya ikutan..:D sangat praktis dan sangat membantu sekali di tengah ibukota yang macetnya itu super parah! Dannn, sy pny crt, wkt kpn, harus ke pertemuan yg jauh dan mepet dan bilang “bang, ngebut yaa!”. Hasilnya, YA OLOHHH, nyali Abangnya sih gede, nyali gue ciuttt, serasa dibonceng Valentino Rossi. Di tengah jalan gue agak nyesel udah nyuruh die ngebut. Tapiii, jadi tepat waktu dan nyetirnya die jagoan abis dah! ga ada serempet2..mantan pembalap beneran tampaknya…bayangkan, mega kuningan-sarinah via rasuna said, 15 menit, jam 5.45 sore. :)) saya cinta ojek!

  2. Deeth: itu mah asot tukang ojeknya πŸ˜€

    Cidhe: Wkwkwkwwk… Seru banget! Aku belum pernah, sih, dibonceng ‘Velentino Rossi’ πŸ˜€ ;D
    Tapi emang ojek TOP kl buat balapan sama waktu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s