si bungsu beranjak dewasa

Usia saya hampir genap 10 tahun ketika mendengar Mimo hamil lagi. Terbiasa hidup dengan dua saudara nyaris sepantar yang kerap jadi teman bertengkar, saya sangat exited memiliki adik kecil lagi. Maka, 24 Juni 1994, lahirlah adik bungsu saya, Yuanne.

Meski lahir tanpa direncanakan, Anne membawa kebahagiaan dan rezeki tersendiri bagi keluarga kami. Dia lahir setahun setelah kami pindah rumah, seolah menjadi ‘berkat’ bagi rumah baru kami. Selain itu, tak lama setelah kelahirannya, kami baru mampu membeli sebuah mobil keluarga. Sebelumnya, kami harus puas berdesakan dalam mobil pick up.

Anne kecil tumbuh dengan banyak cinta. Tubuhnya yang montok, tingkahnya yang lucu, selalu menjadi penghiburan bagi setiap orang. Meskipun, seiring bertambah umurnya, Anne sudah mulai berani melawan, bertingkah nakal, dan kurang ajar. Tapi, anak mana yang tidak begitu?

Di mata saya, Anne selalu jadi si bungsu, paling kecil, dan tidak tahu apa-apa, meski tubuhnya sudah jauh melampaui saya sejak lama. Tanpa saya sadari, Anne sudah bertumbuh dan belajar menjadi dewasa. Saya harus menerima kenyataan, Anne bukan lagi Anne kecil yang bisa disuruh-suruh tanpa protes. Anne bukan lagi Anne kecil yang tidak tahu apa-apa menjadi Anne yang mau tahu segalanya. Anne sudah mengenal suka pada lawan jenis. Anne mulai belajar berdandan dan mengenakan sepatu hak tinggi. Anne sudah bukan lagi Anne kecil yang dulu.

Dia belajar banyak dan dia juga sudah melalui banyak hal hingga usianya kini, 17 tahun. Apa yang Anne lalui, mungkin tidak sama dengan saya atau kedua adik saya, Yunus dan Sanny, saat berusia 17 tahun. Bullying, mogok sekolah, dicaci, dan dipandang sinis, semua berhasil ia lewati. Sempat terpuruk, tapi Anne berhasil bangkit lagi dengan kepala tegak. Dalam diam, saya bangga ketika dia berhasil melalui itu semua. Meskipun terlambat, dia berhasil lulus SD, kemudian baru-baru ini, lulus SMP. Anne tinggal terpisah dari orangtua di usianya yang muda. Dan terakhir, Anne berhasil masuk SMA yang diinginkannya, serta memiliki mimpi baru dan cita-cita yang tinggi.

Selamat ulang tahun, Anne!

Petualang di fase hidup yang baru menanti kamu. Jadilah tangguh seperti yang cici tahu kamu bisa. Semoga kamu menjadi anak yang semakin bertanggung jawab, tetap patuh, sayang keluarga, dan dewasa seiring bertambahnya usiamu.

we’re sisters, Anne with orange shirt

Advertisements

Author: putrikatak

Love to write and live by writing. Like frogs, stars, rains, and the color of blue.

3 thoughts on “si bungsu beranjak dewasa”

  1. wuaaahhh terharu bacanya :’)
    emang ya loy, klo jadi anak sulung selalu paling nggak rela ketika si bungsu tumbuh besar.
    dan gue semakin kangen sama si gilang, yg skrg dh kelas 6 & makin gede. tapi di mata gue, gilang tetep si bocah gundul kecil yang selalu enak dipeluk2 hehehehe

  2. Iya, Deeth… ;'( Si bungsu tetap bungsu di mata gue…
    Gilang juga gede banget, jangkung! Ud bukan bocah lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s