saya rindu…

Baru ingat, dua malam lalu, saya bermimpi sedang menyiapkan diri untuk sebuah wawancara. Saya mengumpulkan data, menyusun pertanyaan, menyiapkan recorder dan diri saya sendiri. Dalam mimpi itu, saya sangat exited hingga tak bisa tidur, tapi saya tidak tahu siapa yang akan saya wawancara. Dan, saya tak menemukan jawabannya karena keburu terbangun.

Sampai sekarang, saya masih kepikiran karena mimpi tersebut. Saya seperti diingatkan akan kecintaan saya menulis profil ketika masih bekerja di majalah dulu. Memang di antara sekian banyak rubrik, saya paling menikmati ketika kebagian menulis profil, terlebih yang harus melalui proses wawancara dulu.

Diawali dengan browsing dan mengumpulkan data mengenai narsum yang akan diwawancara, saya lalu menyusun pertanyaan yang belum ada di bahan yang saya dapatkan. Jangan salah, susunan pertanyaan memegang peranan penting karena bagi narsum, saya adalah orang asing, makanya pertanyaan sebaiknya diawali dengan yang umum-umum dulu. Ketika narsum sudah nyaman dengan saya, baru pertanyaan yang lebih sulit diajukan.

Lalu, dalam proses wawancara, saya menulis catatan-catatan kecil mengenai hal-hal yang tidak akan terlihat ketika saya membuat transkrip, seperti gesture narsum atau angle menarik yang sekiranya bisa diangkat. Bahkan, kadang, saya bisa saja menuliskan kerangka berpikir.

Selesai wawancara, hal yang paling bikin malas adalah proses transkrip, yaitu mengetik ulang hasil wawancara ke dalam teks. Nah, ketika membaca ulang transkriplah saya kembali menengok catatan kecil saya untuk membantu mengingat kejadian pas proses wawancara agar dapat memberikan deskriptif pada tulisan saya.

Selanjutnya, ketika angle sudah didapat, saya mulai menulis!

Hmm… Jadi rindu…

 

Saat ini, kerinduan saya sedikit terobati karena ada pekerjaan menulis profil untuk website salah satu brand. Tapi exitecement saya tidak sebesar dalam mimpi itu. Bukan karena objek wawancaranya, tapi prosesnya. Saya tidak bisa mewawancara langsung karena tidak memiliki recorder. Jadilah wawancara dilakukan via email dan sedikit percakapan melalui telepon. Akibatnya, saya kesulitan memilih angle dalam menulis, deh!

Yah, apa boleh buat. Mudah-mudahan tulisan untuk website nanti, setelah hampir 7 bulan absen menulis profil, hasilnya nggak jelek-jelek amat, he he he…

Advertisements

One thought on “saya rindu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s