New Month, New Life, New Job

Oh, hello April…

Maafkan. Lagi-lagi, saya mengabaikan blog ini. Tanpa bermaksud menghindar, oke this is my bad.

Tidak banyak yang saya ceritakan di bulan Maret dan tahu-tahu, April sudah 6 hari berlalu.

Ada beberapa hal baru dalam hidup saya yang belum sempat saya ceritakan. Mungkin, ceritanya akan saya bagi dalam beberapa potingan yang berbeda 😉

Baiklah, let’s catch up!

16 Maret 2012, sebuah awal yang baru bagi saya. Hari itu, hari pertama saya bekerja di kantor yang baru. Akhirnya, setelah perjalanan panjang, saya kembali ke profesi yang saya cintai, jurnalis.

Kepindahan saya ke kantor baru, juga diiringi kepindahan saya kembali ke rumah orangtua di BSD. Jadi, saya resmi bolakbalik BSD – Karet Sudirman.

Eh, baru seminggu di kantor baru, saya sudah menemui kendala, shift malam ditambahkan hingga jam 11, saya kesulitan menemukan cara untuk pulang tengah malam. Pffuuf, akhirnya, dengan berat hati, saya putuskan pulang naik taksi (mau naik apa lagi, coba?).

Tapi, dipikir-pikir, selain bikin kantong kebobolan, tetap saja beresiko pulang naik taksi sejauh itu tengah malam. Akhirnya, saya putuskan untuk pulang ke Kelapa Gading lagi jika mendapat shift malam.

Lumayan, meskipun ongkosnya lebih murah ke Kelapa Gading, tetap saja sekali naik taksi hampir menghabiskan jatah ongkos seminggu naik kereta. 😦

Eia, setelah pindah, saya juga bergabung bersama para pengguna jasa KRL Commuter Line menggunakan kereta listrik untuk bekerja.

Awalnya, saya sempat takut membayangkan harus naik kereta mpet-mpetan tiap hari seperti zaman kuliah. Ternyata, kereta Commuter Line cukup nyaman.

Beberapa minggu naik kereta, saya sudah mulai mengenali wajah orang-orang yang setiap hari menggunakan kereta.

Lucunya, para pengguna kereta ini memiliki kecenderungan terbiasa menunggu di bagian peron atau naik di gerbong yang sama.

Secara tidak langsung, saya juga mengikuti pola tersebut dan hampir selalu berada di gerbong yang sama dengan orang yang sama pula, hehehee…

Sebelumnya, hampir tidak terpikirkan oleh saya untuk memanfaatkan sarana transportasi yang satu ini. Kereta menjadi sarana transportasi yang kurang popular bila dibandingkan dengan bus, taksi, bahkan angkot.

Padahal, sangat efisien, dari segi waktu, bepergian menggunakan kereta.

Memang sih, ada beberapa hal yang masih harus dibenahi oleh PT. KAI. Terlebih, seiring bertambahnya masyarakat komuter yang berpaling pada kereta karena tak sanggup menghadapi kemacetan Jakarta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s