People Changes, Not The Friendship

Menurut saya, waktu memang mampu melakukan segalanya.

Mulai dari menyembuhkan hati yang luka, memaafkan seseorang, membuat seseorang bertambah dewasa, juga mengubah seseorang.

Mengapa tiba-tiba saya bicara demikian?

Saya sedang bernostalgia, salah satunya membaca blog seorang teman dan memperhatikan perubahannya dari waktu ke waktu. Dia salah satu sahabat saya, sahabat terbaik sejak saya duduk di bangku SD. Persahabatan kami memang bukan tipe yang harus selalu bersama, tapi kami tahu, kami ada untuk satu sama lain.

Semasa sekolah selalu bersama, memasuki usia kuliah kami berpisah. Dia memilih kuliah nun jauh di Yogyakarta, sedangkan saya di Depok. Harus begitu, kami mengejar cita-cita dan mimpi kami masing-masing meski tidak dapat selalu bersama lagi. Entah, dia ingat atau tidak, ibunya salah satu pendukung dan yang membulatkan tekad saya untuk memutuskan mengambil kuliah di universitas negeri di Depok dibandingkan universitas swasta di Jakarta.

Setelah lulus, dia kembali ke rumahnya, sedangkan saya menetap di Jakarta. Kembali, tidak banyak waktu bertemu. Pekerjaan membuat kami sibuk, tapi beberapa kali, kami bertemu karena pekerjaan πŸ™‚

Berita mengejutkan datang ketika dia memberi kabar akan menikah dan pindah kembali mengikuti suaminya, tidak lagi di pulau Jawa, tapi ke Kalimantan. Jujur, berita itu membuat saya salah tingkah, harus gembira atau sedih?

Namun, ternyata, somehow, saya tidak terlalu kehilangan. Zaman sekarang, sudah ada banyak cara untuk tetap berhubungan dan saling memberi kabar. Salah satunya dengan membaca blog. Yah, untungnya, kami masing-masing memiliki blog pribadi.

Saya mengetahui berita kehamilan, kehilangan, kelahiran, dan perkembangan lain dari dirinya melalui blognya, selain Twitter tentunya. Sayangnya, saya malah kurang rajin meng-update blog ini, he he he…

Hari ini, saya membaca ulang tulisan-tulisannya dan menyadari betapa banyak dia telah berubah. Sebelumnya, dia banyak bercerita mengenai pacarnya, yang sekarang suaminya, keluarga terutama adiknya, lalu pekerjaannya, atau kehidupannya di Kalimantan. Sekarang, dunianya berpusat pada anaknya πŸ™‚ Hampir seluruh cerita dia sekarang mengenai perkembangan dan pertumbuhan jagoan kecilnya itu.

Sejujurnya, saya bahagia melihatnya [tepatnya membacanya] bahagia. Dita, you’re so grown up now, pals! Can’t wait till myself get there πŸ™‚

See, bagaimana waktu mengubah seseorang? Tapi untungnya, persahabatan kami tak pernah berubah, I miss you Deeth.

Hmmm, jadi wondering, sejauh apa saya telah berubah di mata orang lain, yah?

Advertisements

Author: putrikatak

Love to write and live by writing. Like frogs, stars, rains, and the color of blue.

2 thoughts on “People Changes, Not The Friendship”

  1. *mata berkaca-kaca*
    Do you know, I always tell about our friendship to my students. Baru tadi pagi gw ceritain soal serunya geng LP kita dulu ke murid2,termasuk gimana cara survive saat beda kelas sama teman dekat πŸ˜€
    Kayak terhubung gitu ya hehehehe. I miss u too *peluuuukk*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s