#CatatanPerempuan: anggap saja ini prolog

Sebenarnya ada banyak catatan dan draft tulisan saya yang tercecer. Akhirnya, mereka hilang tak berbekas.

Beberapa waktu lalu, pesan singkat seorang teman di WhatsApp mengingatkan saya pada sebuah keinginan yang tertunda. Maka, saya bertekad menyicil draft-draft tulisan yang sempat tertunda plus ide-ide baru di blog ini.

Jadi, anggap saja ini adalah prolog.

Mengapa harus #CatatanPerempuan?

Sejak saya duduk di bangku kuliah, topik mengenai perempuan selalu mendapat perhatian saya. Akhirnya, tanpa bermaksud melabeli diri dengan ‘feminis’, beberapa kawan kerap menambahkan embel-embel tersebut pada diri saya.

Sejujurnya, saya lebih nyaman menyebut diri genderis dibandingkan feminis, karena saya tidak hanya menginginkan keadlian bagi perempuan tapi juga laki-laki. Saya percaya, perempuan maupun laki-laki sejajar, seimbang, sederajat.

Tulisan #CatatanPerempuan merupakan opini dan buah pemikiran saya pribadi, bukan penghakiman apalagi hal mutlak.

Jadi, mari kita mulai petualangan kata ini!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s