#CatatanPerempuan : kursi perempuan

Oh tenang, saya tidak ingin bicara politik di sini, tapi kursi di kendaraan umum. Anda tentu sudah tahu adanya wilayah khusus perempuan di kendaraan umum, seperti gerbong khusus perempuan di kereta atau sisi perempuan di bus Transjakarta. Nah, itulah yang hendak saya bicarakan di sini.

Saya bukan penumpang yang pro terhadap kebijakan tersebut. Bagi saya kebijakan tersebut bagaikan legitimasi terhadap lemahnya kontrol diri lelaki dan hal itu dimaklumi. Alih-alih lelaki mendapatkan sanksi, perempuan justru dijauhkan dan harus ditempatkan di area khusus.

Memang sih, dalih melindungi dan memberikan rasa aman bagi perempuan seolah dapat diterima. Namun, kenyataannya rasa aman tidak otomatis didapatkan dengan menempatkan sesama perempuan di satu tempat.

Seringkali, karena merasa sama, perempuan justru lebih tega terhadap sesama perempuan. Perempuan di bagian “khusus” perempuan umumnyaΒ  lebih tega dan tidak mau mengalah. Melihat sesama perempuan yang kesulitan, misalnya perempuan hamil atau pendek, mereka tetap cuek dan tak peduli untuk memberikan tempat duduk mereka. Nah, pikir dua kali deh, sebelum bilang perempuan lemah dan berhati lembut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s