Antara Batuk, Marshmallow, dan Nanas

Awalnya karena tahun 2014 lalu saya merasa sering sekali jatuh sakit, bahkan salah satunya sampai menyebabkan saya dibawa ke UGD pagi hari buta, maka tahun 2015 ini saya membulatkan tekad untuk menjaga tubuh untuk tidak jatuh sakit.

So far, sampai bulan September kemarin masih aman.

Namun, awal bulan Oktober ini, saya sudah mulai merasa gejala-gejala mau flu: badan terasa tidak enak, hidung gatal, suhu tubuh pun kadang terasa tinggi (sumeng), dan sebagainya. Mungkin, ini akibat akumulasi capek sejak Center Competition dimulai di bulan Juni hingga puncaknya di Agustus-September lalu. Kompetisi yang berlangsung berbulan-bulan menyebabkan tubuh saya seolah berlari marathon. Di saat perlombaan berlangsung, karena fokus pada target dan achievement, saya tidak merasakan “complain” kondisi tubuh yang dipaksa long hour atau berpikir terus-menerus. Akibatnya, di saat perlombaan selesai, capek dan babak belurnya baru terasa.

Akhirnya, sejak 4 hari lalu saya tersiksa batuk yang mengganggu dan tak kunjung sembuh. Sudah 3 malam saya sulit tidur dibuatnya karena gatal tak tertahankan. Herannya, batuk ini cuma merongrong di malam hari saja. Di siang hari, saya masih bisa beraktifitas normal tanpa diganggu batuk hanya saja ditemani suara yang jadi ngebass, walaupun agak teler juga karena kurang tidur.

Hingga detik ini, saya masih keras kepala mengandalkan OBH yang cuma diminum setiap habis makan malam. Saya tidak berani minum di pagi atau siang hari karena OBH-nya menimbulkan rasa kantuk, bisa tidak fokus bekerja nanti.

Kebetulan, di beberapa sosial media (Facebook dan Instagram) ada beberapa postingan seputar radang tenggorokan atau sore throat muncul di lini massa saya. Lantas, seperti anak zaman sekarang pada umumnya, saya pun mencari kepastian melalui “Mbah Google”, ceritanya riset, hehehe…

Ada dua solusi yang penasaran ingin saya ketahui kebenarannya:

  1. Marshmallow

Hah? Gak salah ini, batuk malah disuruh makan marshmallow yang mengandung gula dan super manis? Apa gak tambah gatel itu tenggorokan, saya pikir.

Ternyata, uji klinis secara medis telah dilakukan dan marshmallow terbukti efektif mengatasi batuk dan sakit tenggorokan. Eits, jangan salah! Marshmallow di sini bukanlah snack manis bertekstur kenyal yang sering kita temui di supermarket bagian permen. Marshmallow yang dimaksud adalah sejenis tanaman dengan nama latin Althaea Officinalis yang memiliki nama panggilan marshmallow.

Ekstrak tanaman itulah yang diklaim efektif meredakan batuk ketimbang obat batuk lain. Ekstrak yang dikonsumsi dalam bentuk kapsul marshmallow diklaim dapat meringankan sakit tenggorokan.

2. Jus Nanas

Ini juga membuat saya bertanya-tanya. Bukankah nanas justru dikenal tidak cukup baik untuk kesehatan? Kok, malah dikatakan baik untuk radang tenggorokan.

Buah nanas diklaim mengandung enzim bernama bromelain yang diketahui bisa mengurangi peradangan dalam tubuh. Bromelain juga membantu melancarkan sistem pencernaan dan bisa mengurangi lendir yang dimiliki oleh pasien tuberkulosis (TBC). Antioksidan yang terkandung di dalamnya juga bisa membantu proses penyembuhan dari peradangan.

Hmmm… Masalahnya, saya tidak suka buah nanas. Gimana, dong?

disadur dari berbagai sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s