denyut dini hari 14.12.12

Kucoba untuk abai

Namun, diriku sendiri yang tersiksa

kau…

Di manakah dirimu?

Advertisements

Ingatkanku

image

Ingatkanku..
Jalan yang pernah kulalui adalah hamparan rumput lembut nan hijau
(Mungkin) kini pun masih hijau
Hanya tersembunyi oleh kerikil tajam

Ingatkanku..
Pernah ada bahagia mengiringi
Bukan hanya ada air mata kecewa

Ingatkanku..
Tak selamanya hati terkoyak akan berarti akhir
Ada harapan yang akan mengobati

Ingatkanku..
Mimpi itu pernah ada
Masih ada.
Hanya menungguku untuk ingat

dear friend…

Ada kalanya manusia merasakan sendirian dan kesepian…

Ada kalanya manusia merasa akan baik-baik saja meski seorang diri…

Ada kalanya manusia menyangkal diri, mengatakan bahwa ia baik-baik saja…

Ada kalanya manusia membutuhkan keyakinan dirinya tak ditinggalkan…

Ada kalanya manusia mengungkapkan perasaannya dengan kebalikan…

Aku manusia itu dan kau juga, karenanya aku tahu apa yang sedang kau rasakan.

Di hadapan mereka,

Kau boleh tetap berdiri tegak…

Kau boleh tetap tertawa…

Kau boleh tetap terlihat baik…

Kau boleh tetap tidak percaya…

Tapi,

Di hadapanku kau boleh melepaskan semua itu.

Kau boleh jatuh,

Kau boleh menangis,

Kau boleh terlihat hancur,

Kau boleh percaya kalau kau tidak sendiri dan semua akan baik-baik saja.

Aku ada di sini, selalu menantimu kembali…

maaf

maaf…
hanya itu yang dapat terucap
saat melihat ke belakang
ada luka yang tak terobati
maaf…
tak ada lagi diksi
tak ada lagi puisi
hanya tinggal hati
menunggu diperbaiki
maaf…
untuk waktu yang terlewati
tak dapat kuulang hari
dan iznkan aku meminta
untuk kembali ditemani

(poetry from the past, 020906)